Shopping cart

Magazines cover a wide array subjects, including but not limited to fashion, lifestyle, health, politics, business, Entertainment, sports, science,

Agama

Ketika Islam Jadi Pusat Dunia: Menggali Masa Keemasan yang Terlupakan

Email :82

Pernahkah kamu membayangkan sebuah masa di mana peradaban Islam menjadi pusat ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya dunia? Bukan dongeng, bukan pula legenda. Masa kejayaan Islam benar-benar terjadi dan menjadi bagian penting dalam sejarah umat manusia. Periode ini dikenal sebagai Golden Age of Islam, yang berlangsung dari abad ke-8 hingga ke-13 Masehi. Yuk, kita telusuri bagaimana Islam pernah menjadi cahaya dunia!

Awal Mula Kejayaan: Dari Baghdad untuk Dunia

Semua bermula ketika Kekhalifahan Abbasiyah mendirikan Kota Baghdad pada tahun 762 M. Kota ini bukan hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga episentrum ilmu pengetahuan. Bayangkan saja, di saat Eropa masih terjebak dalam era kegelapan (Dark Ages), Baghdad sudah punya perpustakaan raksasa bernama Bayt al-Hikmah atau House of Wisdom.

Para cendekiawan dari berbagai latar belakang Muslim, Kristen, Yahudi  berkumpul di sana untuk menerjemahkan karya-karya filsuf Yunani, mengembangkan matematika, kedokteran, astronomi, hingga filsafat. Mereka tidak hanya menerjemahkan, tetapi juga mengembangkan ilmu-ilmu tersebut menjadi lebih canggih.

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang Maju Jauh

Tahukah kamu kalau angka 0 (nol) yang kita pakai sekarang disebarkan oleh matematikawan Muslim? Al-Khwarizmi, seorang ilmuwan asal Persia, adalah sosok penting yang mengenalkan sistem angka desimal dan algoritma ya, dari namanya muncul kata “algorithm” yang kini jadi jantung teknologi digital.

Lalu ada Ibnu Sina (Avicenna), sang bapak kedokteran modern, yang menulis kitab Al-Qanun fi al-Tibb, menjadi rujukan medis di Eropa selama ratusan tahun. Di bidang astronomi, ada Al-Battani dan Al-Zarqali yang membuat perhitungan posisi bintang lebih akurat. Bahkan, konsep kamera obscura yang digunakan oleh Ibnu Al-Haytham menjadi cikal bakal kamera modern.

Toleransi dan Peradaban Multikultural

Yang menarik dari masa kejayaan Islam bukan hanya kemajuan teknologinya, tetapi juga sikap terbukanya. Dunia Islam saat itu sangat kosmopolitan dan multikultural. Ilmuwan dari berbagai agama dan etnis diberi kebebasan untuk belajar dan mengajar.

Perdagangan, seni, sastra, dan arsitektur berkembang pesat. Lihat saja keindahan arsitektur Alhambra di Spanyol atau Masjid Cordoba yang elegan semua adalah hasil dari kolaborasi budaya dalam suasana yang damai dan menghargai ilmu.

Mengapa Peradaban Ini Bisa Jaya?

Ada beberapa faktor utama yang mendorong kejayaan Islam:

  • Dukungan penuh dari pemerintah terhadap kegiatan ilmiah.
  • Rasa haus akan ilmu yang tertanam kuat dalam ajaran Islam.
  • Konektivitas perdagangan yang luas, membuat pertukaran ide dan pengetahuan sangat dinamis.
  • Toleransi antaragama dan etnis, yang membuat semua orang merasa dihargai.

Masa Lalu yang Harus Jadi Cermin

Sayangnya, kejayaan itu perlahan meredup akibat konflik internal, penjajahan, dan perubahan politik. Tapi bukan berarti kita tidak bisa belajar dari masa lalu. Masa keemasan Islam mengajarkan bahwa dengan ilmu, toleransi, dan semangat belajar, umat Islam bisa kembali bersinar.

Kini, sudah saatnya kita bangkit kembali dimulai dari hal-hal sederhana, seperti membangun kembali semangat belajar agama dan ilmu pengetahuan sejak dini.

Jika kamu ingin memulai perjalanan spiritual sekaligus memperdalam pemahaman agama, tidak ada salahnya mencoba les ngaji yang praktis dan terpercaya. Kunjungi untuk menemukan pengajar berkualitas sesuai kebutuhanmu.

Ingin tahu tarif guru ngaji privat? Cek langsung detailnya di dan temukan pilihan terbaik untuk keluarga tercinta!

Comments are closed

Related Posts

X