Shopping cart

Magazines cover a wide array subjects, including but not limited to fashion, lifestyle, health, politics, business, Entertainment, sports, science,

  • Home
  • Wisata
  • Lembah Harau, Lembah di Lima Puluh Kota yang Berjuluk Desa Konohanya Indonesia
Wisata

Lembah Harau, Lembah di Lima Puluh Kota yang Berjuluk Desa Konohanya Indonesia

Email :9

Sumatra Barat mempunyai keanekaragaman panorama alam yang mengagumkan, yang bisa mempesona siapa saja yang memandangnya. Keindahan alam ini menjadikan daerah ini sebagai destinasi wisata alam yang tampaknya tidak akan pernah kekurangan daya tarik.

Diantara berbagai keajaiban alam yang dapat dinikmati di Sumatra Barat, Lembah Harau menonjol sebagai salah satu destinasi yang sangat memikat.

Dengan pemandangan desa yang dikelilingi oleh kehijauan alam dan dinding tebing yang menjulang tinggi, tempat ini mungkin mengingatkan beberapa pengunjung pada desa Konohagakure dari serial anime Naruto, memberikan kesan yang mendalam dan unik bagi mereka yang berkunjung.

Mengenal Lebih Dekat Lembah Harau

Wisata Lembah Harau merupakan sebuah nagari yang berada di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, berlokasi kurang lebih 50 km dari Bukittinggi atau memerlukan waktu perjalanan sekitar 1,5 jam.

Lembah ini membentang luas sekitar 270,5 hektar dan dikelilingi oleh dinding tebing yang menjulang tinggi, dengan ketinggian yang bervariasi antara 100 hingga 500 meter.

Dikenal juga dengan nama Lembah Arau, kawasan ini mempesona dengan sawah-sawah hijaunya yang subur, terjepit di antara tebing-tebing granit raksasa.

Kawasan ini juga dikenal karena memiliki beberapa air terjun yang memukau, dengan air yang jatuh dari ketinggian 80 hingga 300 meter ke dasar lembah, serta dialiri oleh Sungai Batang Arau yang membelah lembah ini.

Tebing-tebing di Lembah Harau sering kali diibaratkan mirip dengan Tebing Hokage yang ada di Desa Konoha dari seri komik dan anime Naruto, menambah pesona unik pada lembah ini.

Selain itu, Lembah Harau juga sering dijuluki sebagai "Yosemite-nya Indonesia" karena kemiripannya dengan Taman Nasional Yosemite yang terkenal di Amerika Serikat, baik dari segi keindahan alam maupun formasi batuannya yang menakjubkan.

Jejak Sejarah Lembah Harau

Menurut Tambo, kitab adat Minangkabau, Kabupaten Lima Puluh Kota dikenal sebagai wilayah yang memiliki air jernih dan dihuni oleh ikan-ikan yang tidak takut kepada manusia, berenang dengan tenang di sungai-sungainya.

Ada cerita yang beredar luas, Lembah Harau pada masa lalu merupakan bagian dari dasar laut. Pendapat ini diperkuat oleh bukti ilmiah mengenai jenis batuan di perbukitan Lembah Harau, yaitu batuan breksi dan konglomerat, yang biasanya ditemukan di dasar laut.

Fakta ilmiah lain yang menambah daya tarik Lembah Harau adalah usia batuan yang mengelilinginya. Para peneliti memperkirakan batuan ini berusia sekitar 40 juta tahun.

Lebih jauh lagi, batuan di Lembah Harau kaya akan karbon organik, yang merupakan batuan terbentuk dari sisa-sisa organisme.

Keunikan-keunikan tersebut menjadikan Lembah Harau sebagai lokasi yang sangat berharga secara geologis dan biologis, sehingga daerah ini ditetapkan sebagai Cagar Alam dan Suaka Margasatwa.

Lembah Harau menjadi rumah bagi berbagai spesies langka, termasuk monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) serta berbagai spesies tanaman khas hutan hujan tropis dataran tinggi, menegaskan kekayaan alam dan keanekaragaman biologis yang dimiliki Lembah Harau.

Baca Juga: Fakta Menarik Bukit Sibea Bea, Destinasi Wisata Religi di Sumatera Utara

Menawarkan Pesona Tak Terlupakan

Lembah Harau menyuguhkan sejumlah atraksi menarik, termasuk enam air terjun yang masing-masing memiliki nama dan karakteristik unik, yakni Sarasah Aie Angek, Aie Luluih, Sarasah Jambu, Akar Berayun, Sarasah Bunta, dan Sarasah Murai. Setiap air terjun menampilkan keunikan tersendiri dengan variasi ketinggian yang beragam.

Air Terjun Akar Berayun tercatat sebagai air terjun tertinggi di Lembah Harau dengan ketinggian mencapai sekitar 200 meter.

Keberadaannya yang strategis, tidak jauh dari area parkir, membuatnya mudah diakses dan menjadi pemandangan pertama yang menyambut pengunjung saat tiba di lembah.

Di bawah air terjun ini, terdapat sebuah kolam besar yang menjadi tempat favorit wisatawan untuk menikmati kesegaran air dengan berenang atau sekedar bermain air. Namun, perlu dicatat bahwa pada musim kemarau, baik air terjun maupun kolam ini cenderung mengering.

Bagi para pengunjung yang mendambakan ketenangan dan ingin menjauh dari keramaian, terdapat opsi untuk berjalan kaki menelusuri trek selama kurang lebih 10 menit ke dalam hutan untuk mencapai Air Terjun Sarasah Murai.

Air terjun ini menawarkan pesona yang berbeda dengan keindahannya yang bertingkat-tingkat, sebanyak tujuh tingkat, dan memiliki ketinggian antara 10 hingga 15 meter, menyuguhkan suasana yang lebih tenang dan menyegarkan bagi siapa saja yang berkunjung.

Lembah Harau di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, menyimpan keindahan alam yang mempesona dan beragam atraksi yang menjanjikan pengalaman tak terlupakan bagi setiap pengunjung.

Dengan pesona air terjunnya yang menawan, tebing-tebing granit yang megah, serta sawah hijau yang memanjakan mata, Lembah Harau berdiri sebagai saksi bisu keindahan alam Indonesia yang tiada duanya, mengundang siapa saja untuk datang dan merasakan keajaiban alamnya secara langsung.

Comments are closed

Related Posts

X